Stop Selling Start Helping

Judul di atas adalah kalimat legendaris sekaligus quote terkenal dari Zig Ziglar, seorang pengusaha, motivator, dan penulis internasional.

Kalo diterjemahkan secara bebas jadinya gini : stop jualan, mulailah membantu!

Melalui quote-nya tersebut, beliau menyampaikan bahwa kalo pengen jualannya laris, maka jangan asal jualan, melainkan bantulah dulu calon customer.

Ini yang patut digarisbawahi : bantu dulu!

Bantunya gimana? Dan apa hubungannya sama jualan?

Maksudnya gini, kalo jualan itu jangan nawarin produk, tapi tawarkanlah solusi.

 

Nawarin produk itu berbeda dengan nawarin solusi.

Penjual yang nawarin produk cenderung maksa dan berniat supaya isi dompet calon customer berpindah ke dompetnya penjual.

Makin maksa nawarinnya, makin enggan si customer beli produknya.

Dan ketika si calon customer gak mau beli (gak closing), si penjual biasanya baper, kecewa berat.

Pernah nemuin kejadian seperti itu ‘kan?

 

Nah, sedangkan penjual yang nawarin solusi cenderung emang pengen bantu memecahkan persoalan si calon customer.

Ketika si calon customer merasa terbantu, di situlah terjadi closing. Duit pun ngalir dari si calon customer kepada si penjual.

Duit ngalir didasari kepuasan dari customer, karena merasa nemu solusi yang diberikan oleh si penjual melalui produknya.

Dan kalo pun gak terjadi closing (si calon customer gak jadi beli), si penjual insyaAllah gak akan baper, gak akan kecewa, karena udah ikhlas pengen bantu.

Jadi kalo pun gak dapat closing, insyaAllah dapat silaturrahmi baru, dapat teman baru, yakni si calon customer.

 

Tugas penjual itu emang berikhtiar menawarkan/berpromosi, sedangkan urusan closing itu haknya Allah.

Maka pantaskan diri supaya dikasih rezeki closing sama Allah.

Dan salah satu upaya memantaskan diri untuk mengundang rezeki dari Allah adalah dengan membantu orang lain.

Ketika bantu orang lain, insyaAllah akan dibantu Allah kemudian.

 

Nyambung banget sama prinsip jualan larisnya Zig Ziglar di atas, dan Islam udah ngajarin prinsip itu sekitar 14 abad yang lalu.

InsyaAllah prinsip ini juga yang diterapkan oleh pejuang Kentang Moody.

Bantu orang lain dahulu, dibantu Allah kemudian.

Jalan Markisa No 115, RT 01, RW 09, Perum BSI II, Blok A6, Pengasinan, Sawangan, Depok, Jawa Barat